JOHANNESBURG, Pelatih Argentina Diego, Armando Maradona, mengutarakan simpatinya terhadap nasib Inggris di Piala Dunia. Ia mengaku sedih karena “The Three Lions” harus tersingkir dengan cara yang menyakitkan.

Inggris di luar dugaan dibantai Jerman dengan skor 1-4 pada 27 Juni lalu. Yang paling menyakitkan adalah dianulirnya gol Frank Lampard oleh hakim garis. Padahal, dari tayangan ulang televisi terlihat dengan jelas bahwa bola sudah melewati garis gawang.

Jika saja gol itu disahkan, maka jalannya pertandingan tentu akan berubah. Sayangnya, gol itu dianulir dan semangat pemain-pemain “Tiga Singa” langsung anjlok.

“Kita melihat gol Inggris dianulir dan Anda tahu saya bukanlah penggemar mereka. Namun, kedudukan di pertandingan itu seharusnya menjadi 2-2. Pertandingan itu bisa saja memasuki perpanjangan waktu,” kata Maradona, yang pernah membuat gol “tangan Tuhan” ke gawang Inggris 24 tahun lalu.

“Kesalahan kadang terjadi. Tapi Inggris dan Jerman bermain baik. Itu adalah pertandingan terbuka dan mereka tidak bermain dengan kasar,” lanjutnya.

Bagi Inggris, kegagalan ini tentu menjadi pukulan telak. Sebelum Piala Dunia dimulai, “Tiga Singa” digadang-gadang akan berjaya dengan pemain-pemain dari “Generasi Emas”, seperti Rio Ferdinand, John Terry, Frank Lampard, Steven Gerrard, dan Wayne Rooney.

Namun, masalah datang dimulai dari cederanya Ferdinand sampai mandulnya Rooney. Kontrak Fabio Capello sebagai manajer pun saat ini terancam tidak diperpanjang.