Eastrest – Melaksanakan salat Jumat di negeri orang menjadi pengalaman unik tersendiri. Di Afrika Selatan, yang tengah hiruk-pikuk dengan Piala Dunia 2010, pengalaman itu kian berkesan karena masjid yang didatangi bukan terletak di tengah kota, melainkan di kawasan pinggiran yang dikenal sebagai “area gangster”.

Eastrest adalah nama daerah tersebut. Untuk mencapai ke lokasi, diperlukan sekitar 20 menit dari kota Pretoria.

sudah merasakan kengerian saat mulai mendekati masjid. Sejumlah pemuda yang berkumpul di pinggir jalan terus memandangi mobil yang ditumpangi.

Untunglah, salah seorang rekan yang mengantar kami adalah warga setempat. Sehingga, tatapan tajam itu tidak berlanjut menjadi masalah serius.

“Kadang ada tembak-menembak di sini. Beberapa pemuda juga suka mabuk-mabukan di depan masjid,” ucap Chris, salah seorang warga.

Dumi, warga Eastrest lainnya juga mengatakan hal senada. Tapi, tingkat kekerasan di kawasan tersebut kini sudah mulai berkurang.

“Dulu memang kawasan ini sangat menyeramkan. Tapi sekarang hanya ada para pemuda mabuk atau bermain judi. Yang penting adalah kita urus saja urusan masing-masing,” tegasnya.

Ketika di dalam masjid, suasana menjadi lebih tenang. Beberapa umat muslim yang berasal dari Pakistan, Malaysia, hingga warga setempat memberikan sambutan yang hangat.

“Selamat datang saudaraku. Assalamualaikum,” ucap Kashim, ketua pengelola masjid sambil menyalami kami. “Kami adalah satu-satunnya masjid di kawasan ini. Anda lihat sendiri di sini penuh. Semua berkumpul di sini, orang Pakistan, Bangladesh, Malaysia,” paparnya.

Kashim mengaku sempat mendapat resistensi dari penduduk setempat soal keberadaan masjid tersebut di awal pembangunannya. Terutama soal suara adzan yang dianggap mengganggu.

“Tapi kini tidak ada masalah. Mereka sudah menerima masjid ini. Saat kami melakukan survei ke rumah-rumah semua bilang tidak ada masalah. Hanya ada satu orang saja yang masih menolak, tapi biarlah,” jelasnya.

Meski aman, para jamaah tetap menjaga kewaspadaan. Mobil tidak diparkir di tempat sembarangan, melainkan dititipkan ke rumah penduduk setempat yang sudah dikenal. “Ini untuk jaga-jaga saja,” ucap seorang jamaah asal Pakistan.

sumber : detik.com